Contoh Paragraf Ineratif Menjadi Paragraf Deduktif dalam Bahasa Indonesia
Sebelumnya, kita telah mengetahui beberapa contoh paragraf ineratif menjadi paragraf induktif. Kali ini, kita akan mengetahui beberapa contoh perubahan paragraf ineratif menjadi paragraf lain, yaitu paragraf deduktif.
Sebelum kita ke contoh, perlu kita ketahui dulu bagaimana cara sebuah
paragraf ineratif berubah menjadi paragraf deduktif. Adapun cara untuk
mengubah paragraf ineratif ke deduktif sendiri adalah dengan mengubah
posisi kalimat utama yang semula di tengah paragraf menjadi ke awal
paragraf. Kata-kata yang ada di kalimat utama yang dipindah tersebut
bisa juga diubah tanpa mengurangi maksud kalimat tersebut.
Contoh-contoh perubahan paragraf ineratif menjadi paragraf deduktif sendiri bisa dilihat sebagaimana berikut ini!
Contoh 1:
Bentuk paragraf ineratifnya:
Setelah diubah menjadi paragraf deduktif, maka paragraf di atas akan berubah menjadi:
Contoh 2:
Bentuk paragraf ineratifnya:
Setelah diubah, maka paragraf di atas menjadi paragraf deduktif sebagai berikut:
Demikianlah beberapa contoh paragraf ineratif menjadi paragraf deduktif dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai paragraf ineratif maupun bahasa Indonesia
Contoh 1:
Bentuk paragraf ineratifnya:
Kurang tidur akan mengakibatkan kita tidak konsentrasi dan mudah mengantuk saat beraktivitas di siang hari. Maka
dari itu, tidur yang cukup setelah beraktivitas sangatlah perlu
dilakukan agar dampak buruk kurang tidur tidak menimpa kita. Jika
terus-menerus kurang tidur, maka bukan tidak mungkin penyakit kronis
seperti penyakit jantung juga akan menyerang tubuh kita.
Setelah diubah menjadi paragraf deduktif, maka paragraf di atas akan berubah menjadi:
Tidur yang cukup setelah beraktivitas sangatlah perlu dilakukan agar dampak buruk kurang tidur tidak menimpa kita. Sebab, urang
tidur akan mengakibatkan kita tidak konsentrasi dan mudah mengantuk
saat beraktivitas di siang hari. Jika terus-menerus kurang tidur, maka
bukan tidak mungkin penyakit kronis seperti penyakit jantung juga akan
menyerang tubuh kita.
Contoh 2:
Bentuk paragraf ineratifnya:
Lambat laun, internet telah memudahkan
hidup kita. Karena internet, kita jadi mudah mengakses informasi dan
ilmu pengetahuan yang mungkin sulit di dapat di zaman dahulu. Karena
internet pulalah, kita bisa berkenalan dengan orang lain yang tinggalnya
jauh di nun jauh sana. Sayangnya, internet yang membuat segalanya mudah
justru tidak sepenuhnya digunakan secara dewasa. Ini terbukti dari
banyaknya konten-konten sampah dan berita palsu yang bertebaran di
internet. Melihat fenomena ini,
maka literasi media harus digalakkan di lingkungan masyarakat agar
masyarakat bisa berinternet secara dewasa. Sebab, jika ketidakdewasaan dalam berinternet masih dilakukan, maka faedah positif dari internet akan menghilang begitu saja.
Setelah diubah, maka paragraf di atas menjadi paragraf deduktif sebagai berikut:
Literasi media harus digalakkan di lingkungan masyarakat agar masyarakat bisa berinternet secara dewasa. Hal
tersebut mesti dilakukan karena sebagaimana kita tahu, bahwa internet
telah memudahkan hidup kita. Karena internet, kita jadi mudah mengakses
informasi dan ilmu pengetahuan yang mungkin sulit di dapat di zaman
dahulu. Karena internet pulalah, kita bisa berkenalan dengan orang lain
yang tinggalnya jauh di nun jauh sana. Sayangnya, internet yang membuat
segalanya mudah justru tidak sepenuhnya digunakan secara dewasa. Ini
terbukti dari banyaknya konten-konten sampah dan berita palsu yang
bertebaran di internet. Jika ketidakdewasaan dalam berinternet masih dilakukan, maka faedah positif dari internet akan menghilang begitu saja.
Demikianlah beberapa contoh paragraf ineratif menjadi paragraf deduktif dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai paragraf ineratif maupun bahasa Indonesia
0 Response to "Contoh Paragraf Ineratif Menjadi Paragraf Deduktif dalam Bahasa Indonesia"
Post a Comment